Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot

Kanama
Minggu, 20 September 2026 10:13:56

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kasus dugaan penggunaan uang palsu pecahan 10.000 dolar Singapura yang melibatkan seorang pengusaha asal Indonesia di Singapura kini turut menjadi perhatian aparat penegak hukum di Indonesia. Minggu (20/09/2026).

Pengusaha yang diketahui bernama Steven tersebut diduga menggunakan puluhan lembar uang pecahan S$10.000 saat berada di Singapura. Total terdapat 34 lembar uang dengan nilai nominal mencapai S$340.000 yang kini menjadi bagian dari penyelidikan.

Kasus tersebut mencuat setelah uang pecahan bernilai tinggi itu digunakan dalam rangkaian transaksi di kawasan kasino Resorts World Sentosa (RWS), Singapura. Otoritas Singapura kemudian mengamankan uang tersebut karena diduga tidak asli.

Baca: Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati

Di Indonesia, perkara tersebut juga ditelusuri oleh Polres Tangerang Selatan. Polisi telah berkoordinasi dengan Kepolisian Singapura untuk memperoleh informasi resmi mengenai perkara yang menjerat Steven.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo sebelumnya menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan masih mendalami asal-usul uang tersebut.

Baca: Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim

"Kami juga masih memeriksa pihak-pihak lain yang dinilai mengetahui perkara tersebut," kata Boy.

Kuasa Hukum Sebut Steven Korban Penipuan

Kuasa hukum Steven, Yosia MPT Ginting Suka, menyatakan kliennya bukan bagian dari jaringan uang palsu. Menurutnya, Steven justru merupakan pihak yang menjadi korban penipuan karena tidak mengetahui uang yang diterimanya diduga palsu.

Baca: Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan

"Steven adalah korban penipuan dan bukan bagian dari jaringan uang palsu. Kami telah melaporkan kasus ini kepada polisi Tangerang Selatan," kata Yosia.

Menurut penjelasan kuasa hukum, perkara tersebut bermula ketika Steven menerima satu lembar uang pecahan S$10.000 dari seseorang yang disebut memiliki hubungan dengan AN.

Baca: Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

Uang tersebut kemudian dibawa ke Singapura untuk ditukarkan. Namun, sejumlah tempat penukaran valuta asing disebut tidak menerima uang tersebut karena nilai pecahannya sangat besar.

Dalam perkembangan berikutnya, Steven disebut kembali menerima uang pecahan serupa hingga jumlah keseluruhan mencapai 34 lembar.

"Awalnya satu lembar. Kemudian dalam pertemuan berikutnya AN dan dua rekannya berinisial HJ dan EAK memberikan lagi 33 lembar pada Steven," ujar Yosia.

Baca: Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Aktor Intelektual Diburu

Dari jumlah tersebut, sebagian uang kemudian dibawa ke Singapura. Rangkaian transaksi tersebut selanjutnya berujung pada pemeriksaan oleh otoritas setempat.

Polri Telusuri Asal 34 Lembar Uang

Baca: Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas

Penyidik Polres Tangerang Selatan kini tidak hanya menelusuri pihak yang terakhir menguasai uang tersebut. Polisi juga berupaya mendapatkan informasi mengenai sumber awal 34 lembar uang pecahan S$10.000 tersebut.

Kuasa hukum Steven bahkan meminta polisi mengusut mata rantai uang itu sejak awal, termasuk pihak yang pertama kali menyerahkan uang kepada Steven.

"Jangan hanya melihat siapa yang terakhir memegang uang, tapi harus dilihat dari awal, siapa yang memberikan, dari mana uang itu berasal, dan apa yang diketahui oleh orang yang menerimanya," ujar Yosia.

Baca: BNN Usul Vape Dilarang Total, Temuan Narkoba Cair Jadi Sorotan

Pihak kuasa hukum mengaku telah menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti kepada penyidik. Di antaranya dokumen dari otoritas Singapura, data 34 lembar uang beserta nomor serinya, bukti komunikasi, hingga rekaman video yang disebut berkaitan dengan proses penyerahan uang.

Menurut kuasa hukum, bukti tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengurai bagaimana uang yang diduga palsu itu beredar hingga berada dalam penguasaan Steven.

Baca: Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gardu LRT Pancoran

Polisi Indonesia Masih Tunggu Informasi Singapura

Polres Tangerang Selatan sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk mendapatkan informasi resmi dari Kepolisian Singapura.

Dalam perkara tersebut, polisi Indonesia meminta adanya kepastian mengenai status 34 lembar uang S$10.000 yang diamankan otoritas Singapura.

Baca: Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt Gubernur Riau: Bantu Report biar Diblokir

"Selanjutnya kami masih mendalami saksi-saksi terkait lainnya dan menunggu surat balasan dari Kepolisian Singapura," kata Boy.

Hingga perkembangan yang diberitakan tersebut, penyelidikan masih berjalan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri asal-usul uang yang menjadi objek perkara.

Baca: Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokumen Sah: Telusuri Hingga ke Penampung

Sementara itu, otoritas Singapura juga masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penggunaan uang palsu tersebut. (SM)



Terkait
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Curanmor
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Curanmor
Dua Pecatan Polisi Jadi Pengedar Narkoba, Bersama Tiga
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Siamang, Bermula di Kamp
3 Oknum Polisi beserta 4 Rekannya Ditangkap oleh Polres
Lainnya
STIKES Hangtuah Gandeng Human Initiative Galang Dana Untuk Korban Bencana Kalsel dan Sulbar
STIKES Hangtuah Gandeng Human Initiative Galang Dana Untuk Korban Bencana Kalsel dan Sulbar
PT. PJB PLTU Tenayan Bantu Bersihkan Tumpukan Sampah di
ICW Tuding KPK Ogah Tangkap Harun Masiku
KLHK Nilai Bandarlampung Kota Besar Terkotor, Wako: Ora
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Kapolri Larang Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam
Kasus Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Berujung Pen
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar