Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Aktor Intelektual Diburu

Kanama
Sabtu, 12 September 2026 14:09:18

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Polda Metro Jaya terus mengusut dugaan keterlibatan aktor intelektual di balik pengerahan massa dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Polisi kini menelusuri pihak yang diduga memerintahkan pengerahan massa sekaligus menyiapkan pendanaannya.

Kerusuhan tersebut berujung pada meninggalnya seorang warga bernama Bambang Setiawan. Dalam penyelidikan kasus ini, polisi menemukan adanya sejumlah alur pendanaan yang diduga digunakan untuk mengerahkan massa.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin mengungkapkan, sejumlah tersangka mendapatkan uang dari seorang koordinator lapangan (korlap) berinisial JT. Setiap orang disebut menerima bayaran sebesar Rp40 ribu.

Baca: Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan, Nilai Barang Bukti Rp3,48 Triliun

"Beberapa tersangka kerusuhan mendapatkan pendanaan dari korlap atas nama Saudara JT dengan nominal per orang Rp40.000,00. Dari JT, kemudian diorder oleh atas nama PKL, diorder atas nama KHT alias HY, dan diorder atas nama SO," kata Imannudin saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/09/2026).

Dari temuan tersebut, penyidik kini bergerak menelusuri siapa pihak yang memberikan perintah kepada JT untuk mengerahkan massa serta menyediakan anggaran.

Baca: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak

"Nah, selanjutnya kami sedang melakukan pendalaman terhadap intellectual leader yang mengorder atau meminta menyiapkan massa dan yang bersangkutan menyiapkan pendanaannya," ujarnya.

Polisi Temukan Jalur Pendanaan Lain

Selain alur dana melalui JT, penyidik Polda Metro Jaya menemukan jalur pendanaan lain yang melibatkan koordinator lapangan berinisial ER.

Baca: Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan

ER disebut merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Polisi menemukan dugaan bahwa ER menjanjikan atau menyiapkan uang Rp70 ribu untuk setiap orang yang dikerahkan.

"Kemudian klaster dua, kami menemukan adanya temuan dari korlap atas nama ER. Nah, ini juga kami sedang melakukan pendalaman di mana Saudara ER adalah salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta yang menjanjikan atau menyiapkan dana Rp70.000,00 per kepala," ujarnya.

Baca: Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot

Penyidik juga mendalami pihak yang berada di belakang ER. Polisi menyebut ER memperoleh order dari sebuah badan hukum yang identitasnya masih dalam proses penyelidikan.

"Di mana Saudara ER mendapatkan order dari salah satu badan hukum yang sedang kami lakukan pendalaman saat ini. Badan hukum itu adalah yang menyediakan anggaran dan meminta menyiapkan orang-orang kepada Saudara ER," ucapnya.

Tiga Orang Jadi Tersangka

Baca: Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

Dalam perkara dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia, Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Ketiganya berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti serta memeriksa saksi dan ahli.

Baca: BNN Usul Vape Dilarang Total, Temuan Narkoba Cair Jadi Sorotan

"Berdasarkan hasil dari pemeriksaan dan keterangan saksi, keterangan ahli, dan alat bukti yang lain, kami telah menetapkan tiga orang tersangka dengan inisial FP usia 23 tahun, DS usia 33 tahun, DDS usia 29 tahun," kata Iman Imanuddin.

Ketiga tersangka saat ini masih menjalani proses penyidikan di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Mereka juga telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan.

"Saat ini para tersangka sedang menjalani penyidikan di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan menjalani penahanan di Rutan Polda Metro Jaya," ujarnya.

Baca: Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan

Polda Metro Jaya masih mendalami rangkaian pihak yang diduga terlibat dalam pengerahan massa dan aliran pendanaan tersebut, termasuk sosok yang disebut sebagai intellectual leader dalam kerusuhan 27 Agustus. (SM)



Terkait
Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokumen Sah: Telusuri Hingga ke Penampung
Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokumen Sah: Telusuri Hingga ke Penampung
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Cura
3 Oknum Polisi beserta 4 Rekannya Ditangkap oleh Polres
Dramatis... Polisi Gerebek 3 Pengedar di Kampung Narkob
Lainnya
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi
Pelabuhan Pelni Batam Pindah Lagi ke Sekupang, Beropera
Caleg DPDR Tanjabtim Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan
Hanya Butuh Waktu 29 Menit Bagi Peserta Tes CPNS Ini Lu
Pendidikan
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan, Rika Gunawan Raih IPK 3,97
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan, Rika Gunawan Raih IPK 3,97
Kursus Kepramukaan Pekanbaru 2026 Resmi Ditutup, Irwan
Bengkel Da’i Perdana di Pekanbaru Resmi Dibuka, Ittih
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran yang Diincar Polisi hingga 8 November
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran yang Diincar Polisi hingga 8 November
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Pese
Punya Rekam Jejak Bela Israel, Syahrul Aidi Dukung MUI
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar