Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas

Kanama
Jumat, 11 September 2026 08:28:14

KANALSUMATERA.com - JAYAWIJAYA – Tragedi berdarah kembali terjadi di Papua Pegunungan. Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya tewas setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas di Distrik Muliama. Jumat (11/09/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (09/09/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tengah melakukan perjalanan untuk meninjau pelaksanaan program cetak sawah.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan rombongan pegawai Dinas Pertanian sebelumnya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama.

Baca: Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati

"Rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 orang sebelumnya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah," kata Irjen Faizal dalam keterangannya, Rabu (09/09/2026).

Dalam perjalanan, rombongan tersebut diduga menjadi sasaran penembakan. Tiga pegawai Dinas Pertanian terkena tembakan dan akhirnya meninggal dunia.

Baca: Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan

"Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga," ungkapnya.

Tiga korban masing-masing berinisial AAM (35), AR (49), dan WB (24).

AAM diketahui merupakan dokter hewan pada Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia meninggal dunia akibat luka tembak pada bagian belakang kepala dan dada kiri.

Baca: Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim

Korban kedua, AR (49), merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia meninggal di lokasi setelah mengalami luka tembak di bagian perut.

Sementara WB (24) sempat mendapatkan perawatan medis setelah mengalami luka tembak. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Baca: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak

"Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut," jelas Faizal.

Polisi Kejar Pelaku

Pasca-penembakan, aparat gabungan langsung melakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi masih mendalami kronologi serta identitas kelompok yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Baca: Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Riau Tangani Barang Bukti DNA

Faizal menegaskan proses hukum akan dilakukan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tiga pegawai Pemkab Jayawijaya tersebut.

"Tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, petugas keamanan akan terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap dan menangkap para pelaku," jelas Faizal.

Baca: Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Adarma Sinaga, juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

"Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya akan mengusut tuntas aksi penembakan ini dan berupaya semaksimal mungkin mengungkap serta menangkap para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum," pungkas Adarma.

Insiden tersebut menambah panjang catatan kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan. Aparat kini terus memburu pihak yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap para pegawai pemerintah yang sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat. (SM)



Terkait
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokum
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Cura
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Siamang, Bermula di Kamp
Lainnya
Soal Kebakaran Kejagung, Polri Jamin Penyidikan Berdasarkan Bukti Ilmiah
Soal Kebakaran Kejagung, Polri Jamin Penyidikan Berdasarkan Bukti Ilmiah
Solskjaer Sanjung Kolaborasi Apik Rashford-Pogba
Kesehatan Mental Warga AS Buruk di Bawah Pemerintahan T
Camat Abdimas Safari Posyandu di Posyandu Seroja Ceria
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Pendidikan
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan, Rika Gunawan Raih IPK 3,97
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan, Rika Gunawan Raih IPK 3,97
Kursus Kepramukaan Pekanbaru 2026 Resmi Ditutup, Irwan
Bengkel Da’i Perdana di Pekanbaru Resmi Dibuka, Ittih
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket