Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

Kanama
Minggu, 13 September 2026 20:53:53

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau tidak hanya dilakukan melalui pemadaman dan pencegahan. Aparat kepolisian juga memperkuat penegakan hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Polda Riau bersama seluruh jajaran polres telah menangani 55 perkara karhutla dengan 55 tersangka. Luas lahan yang terbakar dalam perkara-perkara tersebut mencapai sekitar 3.378,23 hektare.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan mengatakan, setiap laporan atau temuan kebakaran yang memiliki indikasi tindak pidana akan ditindaklanjuti melalui proses penyidikan.

Baca: Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati

"Total saat ini ada 55 perkara dengan 55 tersangka. Setiap kejadian yang ditemukan memiliki indikasi tindak pidana kami proses. Penyidik menelusuri sumber api, penyebab kebakaran hingga pihak yang harus bertanggung jawab," kata Ade Kuncoro, dalam keterangannya, Minggu (13/09/2026).

Dari total 55 perkara tersebut, sebanyak 36 perkara masih berada dalam tahap penyidikan. Kemudian, dua perkara berstatus P19, sedangkan 17 perkara lainnya telah memasuki tahap II atau dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Baca: Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan

Berdasarkan sebaran kasus, Bengkalis dan Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah perkara terbanyak, masing-masing mencapai 10 perkara dengan 10 tersangka. Sementara Pelalawan tercatat memiliki sembilan perkara dengan 10 tersangka.

Jika dilihat berdasarkan luas area terbakar, Pelalawan menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni mencapai 2.503,1 hektare. Berikutnya Bengkalis dengan 349,26 hektare, Ditreskrimsus Polda Riau 152,68 hektare, Indragiri Hulu 108,15 hektare, Kepulauan Meranti 86,5 hektare, serta Indragiri Hilir 73,5 hektare.

Ade menegaskan, proses hukum tidak berhenti setelah seseorang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik tetap memastikan seluruh proses pembuktian berjalan sesuai ketentuan hingga perkara dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penuntutan.

Baca: Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim

"Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti. Kami memastikan setiap perkara ditangani sampai tuntas dan siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana Karhutla harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Ade.

Polda Riau Perkuat Pencegahan Karhutla

Baca: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, penegakan hukum merupakan salah satu bagian dari strategi penanganan karhutla. Di sisi lain, kepolisian tetap mengedepankan pencegahan agar kebakaran tidak meluas maupun kembali terjadi.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi larangan pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar. Edukasi melibatkan Bhabinkamtibmas, patroli kepolisian, woro-woro, tokoh masyarakat serta berbagai unsur di daerah.

"Pesannya sangat jelas, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari masyarakat, desa dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan rawan," kata Akmadi.

Baca: Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot

Menurutnya, penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan penanganan lebih serius dan berpotensi sulit dideteksi maupun dipadamkan secara cepat.

Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api ataupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla.

Baca: Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan WNI dan WNA Myanmar

"Karhutla bukan hanya persoalan lahan yang terbakar. Dampaknya menyangkut lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga Riau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," ujarnya.

Polda Riau memastikan langkah pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum akan terus dilakukan secara bersamaan. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api sebagai metode untuk membuka maupun membersihkan lahan.

"Kami mengingatkan bahwa setiap aktivitas pembakaran yang memenuhi unsur tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum," pungkas Akmadi. (SM)



Terkait
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Siamang, Bermula di Kampar Ditangkap di Pekanbaru
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Siamang, Bermula di Kampar Ditangkap di Pekanbaru
3 Oknum Polisi beserta 4 Rekannya Ditangkap oleh Polres
Dramatis... Polisi Gerebek 3 Pengedar di Kampung Narkob
Usai Curi Satu Unit HP, Tiga Pelaku Kuras Rekening Peda
Lainnya
PKH Kabupaten Kampar Salurkalan Infak Ratusan Juta untuk Warga Palestina
PKH Kabupaten Kampar Salurkalan Infak Ratusan Juta untuk Warga Palestina
Percaya Kualitas Perguruan Tinggi di Kampar, Bupati Kam
Kasus Daging Babi di Satai Padang, Polisi Tetapkan Pasu
Tingkatkan PAD, DLHK PekanbaruSosialisasi Retribusi sam
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran, Singgung Tahapan Pemilu 2024
KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran, Singgung Tahapan Pemilu 2024
Desakan Indonesia Keluar dari BoP Dinilai Perlu Dicerma
Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
MUI Desak Polri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes Hamala
Legislator PKS Johan Rosihan Dukung Polri Tetapkan 20 K