Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati

Kanama
Senin, 26 Oktober 2026 23:17:52

KANALSUMATERA.com - BOGOR – Keluarga Dini Hardiyanti (30) dan putranya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), yang menjadi korban pembunuhan di Kota Madiun, Jawa Timur, meminta pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Pihak keluarga mengaku terpukul atas kematian dua anggota keluarga tersebut.

Pelaku yang diduga membunuh Dini dan anaknya adalah Dwi Bagus, suami siri Dini. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan tegas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

Kakak kandung Dini, Rika (42), mengungkapkan kemarahan dan kesedihan keluarga saat ditemui di kediamannya di kawasan Puncak, Bogor, Senin (26/10/2026).

Baca: Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan

"Nyawa harus dibayar lagi nyawa, apalagi itu kan dua (korbannya). Iya (hukum seberat-beratnya), kalau nggak hukum mati saja sekalian, atau dimutilasi saja sekalian," kata Rika.

Rika menjelaskan, Dini dan Dwi Bagus telah menikah secara siri sekitar satu tahun lalu. Keduanya kemudian tinggal di Madiun. Sebelum menikah dengan Dwi, Dini diketahui berstatus janda dan memiliki seorang anak dari pernikahan sebelumnya.

Baca: Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim

"Kurang-lebih setahun. Menikahnya di Kalimantan, nggak di sini," kata Rika menjelaskan waktu dan lokasi pernikahan adiknya.

Keluarga Sempat Mencari Keberadaan Korban

Keluarga baru mengetahui perkembangan kasus tersebut setelah mendapat informasi bahwa pelaku telah ditangkap. Rika menyebut adik bungsunya, Mia, terus berupaya mencari keberadaan Dini hingga melaporkan hilangnya korban kepada polisi.

Baca: Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot

"Jadi dikasih tahu ada pelakunya ditangkap saja," kata Rika.

Kasus ini sebelumnya sempat diselimuti misteri karena Dini dan anaknya dilaporkan hilang. Bahkan, Dwi Bagus disebut sempat ikut mendatangi kepolisian bersama keluarga korban untuk membuat laporan kehilangan.

Baca: Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa laporan tersebut membuat kedua korban sempat diyakini hilang selama kurang lebih satu bulan.

Penyelidikan kepolisian kemudian menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

"Jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun melapor ya mengantar ke Polres Madiun Kota melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan ya itu memang tadinya dipercayai bahwa hilang," kata Jumhur di Mapolda Jatim, dilansir detikJatim, Senin (26/10/2026).

Baca: Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Aktor Intelektual Diburu

Terungkapnya kasus tersebut menambah duka keluarga yang sebelumnya berupaya mencari keberadaan Dini dan anaknya. Kini, keluarga berharap aparat penegak hukum mengusut perkara secara menyeluruh dan menjatuhkan hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun ini menjadi perhatian publik, terutama karena pelaku disebut merupakan orang dekat korban. Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat memberikan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan. (SM)



Terkait
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gar
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Siamang, Bermula di Kamp
Dramatis... Polisi Gerebek 3 Pengedar di Kampung Narkob
Lainnya
Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Lagi, Cek Daftar Lengkap Periode 14–20 Oktober 2026
Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Lagi, Cek Daftar Lengkap Periode 14–20 Oktober 2026
Persiapan Menghadapi Ujian, Siswa SMK Muhammadiyah 3 Pe
Singapura `Hilang` dari Belakang Padang
Terbaik, Tim futsal Tuah Sakato sapu bersih kemenangan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Pendidikan
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan, Rika Gunawan Raih IPK 3,97
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan, Rika Gunawan Raih IPK 3,97
Kursus Kepramukaan Pekanbaru 2026 Resmi Ditutup, Irwan
Bengkel Da’i Perdana di Pekanbaru Resmi Dibuka, Ittih
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Nasional
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran yang Diincar Polisi hingga 8 November
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran yang Diincar Polisi hingga 8 November
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Pese
Punya Rekam Jejak Bela Israel, Syahrul Aidi Dukung MUI
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar