Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan

Kanama
Selasa, 20 Oktober 2026 10:48:44

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Polda Metro Jaya menetapkan Bharada Andika Ramadani sebagai tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan sesama anggota kepolisian, Bharatu Laurentius Valdo Fernandes, di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Andika kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penetapan tersangka tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus polisi tembak polisi yang terjadi di Markas Polisi Udara (Polairud), Pondok Cabe, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menangani perkara, serta menahan tersangka.

Baca: Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

"Ya, kejadian Bharatu LVL dengan Bharada AR terjadi di hari Jumat. Ini sudah dilakukan olah TKP, penanganan, serta penahanan terhadap tersangka," kata Budi Hermanto kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Baca: Polda Metro Bongkar Alur Dana Kerusuhan 27 Agustus, Aktor Intelektual Diburu

Selain menetapkan dan menahan Bharada Andika, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa penembakan tersebut.

Barang bukti yang telah disita meliputi selongsong peluru, senjata tajam, serta sejumlah barang pribadi. Seluruh barang tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kejadian yang menyebabkan Bharatu Valdo meninggal dunia.

"Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan terhadap satu orang, beberapa barang bukti, ada selongsong, ada senjata tajam, dan barang-barang milik pribadi," imbuhnya.

Baca: Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami berbagai aspek kejadian. Hingga Selasa (20/10/2026), kepolisian belum mengumumkan secara resmi motif di balik penembakan tersebut.

Motif Penembakan Masih Didalami

Baca: Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan

Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyidik membutuhkan pendalaman lebih lanjut sebelum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai latar belakang peristiwa tersebut.

"Kami juga penyidik dalam hal ini juga masih belum bisa melakukan pendalaman yang komprehensif melihat situasi dan kondisi dari si pelaku. Artinya ini juga harus kita melihat, makanya kami belum bisa menyampaikan motif," katanya.

Dengan demikian, motif penembakan yang menewaskan Bharatu Laurentius Valdo Fernandes masih menunggu hasil penyidikan kepolisian. Berbagai informasi yang berkembang terkait dugaan penyebab kejadian perlu dikonfirmasi melalui proses hukum.

Baca: Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt Gubernur Riau: Bantu Report biar Diblokir

Polda Metro Jaya Janji Usut Tuntas

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Institusi kepolisian juga memastikan anggota yang melakukan tindak pidana tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca: Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokumen Sah: Telusuri Hingga ke Penampung

"Kepolisian tidak memberi ruang pada personel yang melakukan pelanggaran ataupun kejahatan, bahkan melakukan tindak pidana pasti sudah diproses hukum dan kami tekankan sudah dilakukan penahanan," tegasnya.

Penanganan kasus ini melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya. Kedua unsur tersebut akan menjalankan tugas sesuai kewenangannya untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.

"Kita bersama menyampaikan empati kepada korban maupun keluarga korban dan pasti perkara ini akan diusut tuntas oleh baik itu dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya maupun Bidpropam Polda Metro Jaya," sambung dia.

Baca: Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Curanmor

Kasus penembakan di Pondok Cabe ini menjadi perhatian karena melibatkan sesama anggota Polri dan berujung pada hilangnya nyawa. Masyarakat kini menantikan hasil penyidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa serta motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut. (SM)



Terkait
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pasir Timah di Bangka Belitung
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pasir Timah di Bangka Belitung
Dua Pecatan Polisi Jadi Pengedar Narkoba, Bersama Tiga
3 Oknum Polisi beserta 4 Rekannya Ditangkap oleh Polres
Usai Curi Satu Unit HP, Tiga Pelaku Kuras Rekening Peda
Lainnya
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
PON XXI Tahun 2024 di Sumut digelar di 8 kabupaten/kota
Tgk Musliadi Khatib Jumat di Masjid Agung, Tgk Hanafiah
Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pedagang Kios Bakar Sepeda
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhutla Dharmasraya
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhutla Dharmasraya
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekol
Fadli Zon Dorong Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia,
Politik
TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabung dan Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia
TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabung dan Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia
Survei PPI Ungkap Tiga Pejabat Berkinerja Terbaik, Amra
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai