Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Riau Tangani Barang Bukti DNA

Mawardi Tombang Amar
Rabu, 30 September 2026 10:41:57

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Pengungkapan tindak pidana membutuhkan dukungan berbagai alat bukti, tidak hanya berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan. Salah satu metode yang dapat mendukung proses tersebut adalah pemeriksaan DNA.

Bukti ilmiah yang akurat juga menjadi bagian penting dalam membantu proses identifikasi dan pengungkapan suatu perkara. Metode ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang maupun mengetahui keterkaitan antara barang bukti dengan suatu perkara.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan personel dalam mendukung proses penyelidikan dan penyidikan, Bidang Laboratorium DNA (Bidlab DNA) Rolabdokkes Pusdokkes Polri melaksanakan sosialisasi sekaligus pengambilan sampel DNA bagi petugas olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyidik di lingkungan Polda Riau, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Polda Riau tersebut diikuti sekitar 50 peserta. Mereka berasal dari personel Inafis, Biddokkes Polda Riau, Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, serta penyidik dari jajaran Polda Riau.

Materi sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel, terutama dalam tahapan pengambilan, penanganan, serta pengamanan barang bukti biologis sebelum dilakukan pemeriksaan di Laboratorium DNA.

Baca: Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki

Selain memperoleh pembekalan secara teori, peserta juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai prosedur pengambilan sampel yang benar. Hal ini penting untuk memastikan barang bukti tetap terjaga dan mengurangi kemungkinan terjadinya kontaminasi.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Pusdokkes Polri, yakni AKBP Ifan Wahyudi, S.Si., M. Biotech dan Penda Tk.I Rifani Fauziah, S.Farm.

Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pemahaman tentang teknik pengambilan dan penanganan sampel DNA sangat diperlukan oleh personel yang bertugas di lapangan.

“Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi petugas olah TKP dan penyidik agar pengambilan serta penanganan barang bukti biologis dilakukan secara tepat dan meminimalkan risiko kontaminasi,” ujarnya.

Menurutnya, ketelitian dalam menangani barang bukti sejak pertama kali ditemukan di lokasi kejadian turut menentukan kualitas sampel saat nantinya menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Baca: Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare

Hal serupa disampaikan Kasubbiddokpol Biddokkes Polda Riau AKBP Supriyanto, SKM., MH. Ia menyebut materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut bersifat aplikatif karena peserta mendapatkan pembelajaran berupa teori sekaligus praktik.

“Dengan pemahaman yang baik, kualitas barang bukti biologis yang dikirim ke Laboratorium DNA dapat lebih terjaga sehingga mendukung hasil pemeriksaan secara optimal,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti simulasi pengambilan sampel dari sejumlah jenis barang bukti biologis. Praktik ini dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada personel mengenai prosedur yang tepat dalam menangani sampel.

Setelah rangkaian materi dan praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan post-test serta evaluasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan Scientific Crime Investigation (SCI) di lingkungan Polda Riau.

Baca: Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas

Pendekatan SCI menempatkan metode ilmiah sebagai salah satu instrumen pendukung dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Dengan demikian, penanganan perkara dapat didukung oleh bukti yang diperoleh dan dianalisis secara ilmiah, sesuai dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Peningkatan kemampuan personel dalam mengamankan serta menangani barang bukti biologis diharapkan dapat mendukung pemeriksaan DNA secara lebih optimal. Hal tersebut pada akhirnya dapat membantu proses identifikasi dan pengungkapan perkara tindak pidana, khususnya yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau.

Bagi petugas di lapangan, ketelitian sejak tahap awal menjadi hal yang sangat penting. Sebab, sampel biologis yang ditangani secara tepat dapat menghasilkan informasi ilmiah yang membantu penyidik menyusun rangkaian fakta dalam suatu perkara.



Terkait
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pa
Usai Curi Satu Unit HP, Tiga Pelaku Kuras Rekening Peda
Lainnya
Penanganan Kasus Stunting dan Gizi Buruk Salah Satu Fokus Utama RSUD Bangkinang
Penanganan Kasus Stunting dan Gizi Buruk Salah Satu Fokus Utama RSUD Bangkinang
Ade Hartati Legislator Pertama Penerima Vaksin di Riau
Indonesia Kecam Pembantaian 150 Warga Muslim di Mali
Mahasiswa Tambang Demo PTPN V Sungai Pagar, Mereka Nyat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Korupsi MBG Masuk Babak Baru, Dadan Hindayana Segera Disidang, TNI Aktif Jadi Tersangka
Korupsi MBG Masuk Babak Baru, Dadan Hindayana Segera Disidang, TNI Aktif Jadi Tersangka
PT Musim Mas Terima Penghargaan atas Kontribusi Penanga
Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Ditahan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini