Kronologi Bocah Dibunuh Pria Pacar Ibunya, Motif Cemburu dan Rencana Menikahi Ibu Korban Bikin Geger

Mawardi Tombang
Jumat, 22 November 2019 09:57:58
korban dan keluarga korban dirumah sakit

MEDAN KANALSUMATERA.com - Kurang dari 24 Jam, Polisi mengungkap kasus pembunuhan sadis, seorang bocah berusia 4 tahun Deliserdang.
Hal yang lebih mengejutkan, anak tersebut ternyata dihabis oleh pacar sang ibu.
Berikut hasil penyelidikan Polresta Deliserdang dan jajarannya.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang mengungkap kematian Aliando Saragih, bocah berusia 4 tahun yang merupakan warga Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang.
Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian ternyata pelakunya adalah pacar ibunya sendiri, Alisaba Nazara (41) warga Jl. Luku I Gang Kali Nomor 10 Lingkungan VII Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Medan.
Informasi yang dikumpulkan, korban dibunuh dengan cara dianiaya dan dicekik.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan kasus pembunuhan itu terjadi pada Kamis, (21/11/2019) sekira pukul 13.40 WIB.
Saat itu, pihak rumah sakit Kasih Insani Delitua yang sempat menangani korban melaporkan kejadian dugaan pembunuhan ke Polsek Namorambe sekira pukul 15.00 WIB.

Setelah mengetahui informasi itu selanjutnya Kapolsek Namorambe, AKP Binsar Naibaho dan anggotanya pun datang ke rumah sakit.
"Setelah cek ke rumah sakit lanjut cek Tempat Kejadian Perkara (TKP di Kios Pangkas Rapi Dusun II Desa Ujung Labuhan.
Tersangka ini memang bekerja sebagai tukang pangkas.
Saat itu pihak rumah sakit menyatakan kalau korban meninggal dunia karena pada tubuh korban juga ditemukan bekas luka memar pada bagian pipi kanan dan kiri dan pada bagian lehernya,"ujar Rafles Jumat, (22/11/2019) pagi.

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan, kepolisian memeriksa sejumlah saksi.
Ibu korban, Dorlida Simamora (35) mengatakan bahwa pada saat kejadian itu dirinya sedang tidak ada di lokasi kejadian.
Ia mengakui bahwa tersangka Alisaba Nazara adalah pacarnya yang rencananya akan menikahinya dalam waktu dekat.
Disebut kalau ia dan suaminya Ansarih Saragih telah berpisah kurang lebih satu tahun belakangan.

Baca: Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot

" Jadi Dorlida dan korban tinggal bersama kurang lebih dua Minggu ini.
Tinggalnya di kios pangkas tempat kejadian.
Pada saat pukul 11.00 WIB ibunya ini sempat pergi untuk bekerja sebagai tukang gosok pakaian.
Ketika ditinggalkannya anaknya ini masih dalam keadaan sehat. Baru sekira pukul 13.30 WIB dia kembali pulang,"kata Rafles.

Ditambahkan Rafles kalau setibanya di kios pangkas yang mereka jadikan tempat tinggal itu, Dorlida sempat menanyakan keberadaan anaknya.
Pada saat itu tersangka sempat menjawab, bahwa anaknya tidur di kamar dan sudah dimandikan dan ditidurkan.
Saat dilihatnya nampak bahwa anaknya itu memang dalam keadaan berbaring.
"Lalu ibunya ini membangunkan korban namun tidak kunjung bangun dan tidak bergerak. Dilihatnya memang ada luka memar di pipi dan leher korban. Sempat ditanyakan ya keadaan korban sama tersangka ini dan diajak untuk dibawa ke rumah sakit.

Tapi rupanya saat itu tersangka ini menjawab sudah meninggal dia itu dek. Tapi ibu korban ini tetap memaksa untuk membawa anaknya ke rumah sakit,"ungkap Rafles.
Dari rumah sakit Kasih Insani Delitua polisi pun membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi guna kepentingan Penyelidikan lebih Lanjut.
Sementara itu para saksi-saksi langsung dibawa ke Polsek Namorambe.
Barang-barang milik korban yang ditemukan di TKP juga ikut dibawa seperti baju kaos dan celana kolor yang telah dicuci.

" Hasil otopsi lisan penyebab kematian dicekik atau dibekap. Setelah kita interogasi panjang sekitar 6 jam, tersangka akhirnya mengaku.
Tersangkanya ini agak gila.
Dia cemburu sama korban.
Katanya ibu sama anak ada main kayak suami istri. Jadi biar mamaknya enggak rusak, dibunuhlah anak itu.
Sudah hampir setahun ini ibu korban dan tersangka pacaran dan mereka mau menikah.
Tersangka ini cemburu enggak jelas sama si anak,"kata Rafles.



Terkait
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 3.378 Hektare
BNN Usul Vape Dilarang Total, Temuan Narkoba Cair Jadi
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Dua Pecatan Polisi Jadi Pengedar Narkoba, Bersama Tiga
Lainnya
Dorong Pemda se-Riau Bentuk PLUT UMKM, Hendry Munief Siap Fasilitasi Program dengan Pemerintah Pusat
Dorong Pemda se-Riau Bentuk PLUT UMKM, Hendry Munief Siap Fasilitasi Program dengan Pemerintah Pusat
Pengumuman SNMPTN Besok Pukul 16.00 WIB
Sore Ini Sriwijaya FC Tantang MU di 16 Besar Piala Indo
Ludahi Pemuja Rahasia, Nurhayati Tewas Mengenaskan
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi di DPR
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpr
Pendidikan
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasisw
Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijaka