IRT Muda di Rohul Diperkosa 4 Orang Selama Sebulan, Hingga Bayinya Meninggal Dunia

Mawardi Tombang
Minggu, 5 Desember 2021 20:35:20

KANALSUMATERA.com - TAMBUSAI UTARA - Perlakuan keji dialami Ibu Rumah Tangga (IRT), dengan inisial ZI (19 tahun) warga Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau. Dia mengaku diruda paksa oleh empat orang laki-laki secara bergiliran. Peristiwa mengerikan itu menyisakan trauma mendalam bagi dirinya.

Kini ZI ingin mencari keadilan hukum. Dia meminta polisi memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. Kepada wartawan pada Jumat (3/12/2021), ZI didampingi suami tercinta, dan satu orang putrinya yang masih berusia 3 tahun, dengan suara lirih dan air mata bercucuran menceritakan kejadian yang dia alami.

ZI menuturkan, Dia diperkosa 5 kali oleh 4 pelaku yang berbeda. Kekerasan seksual dialaminya terjadi kurun waktu September sampai Oktober 2021 lalu. AN, AT, MN, dan IS diduga sebagai pelaku yang sempat mengancam dirinya sebelum melampiaskan nafsu bejatnya.

"Ada lima kali diperkosa mereka secara bergantian, di hari yang berbeda. Pelaku yang berbeda dan tempat yang berbeda," ujar ZI yang berurai air mata.

Awalnya, terduga AN yang merupakan kawan akrab suaminya dari kecil dan dalam 1 tahun sering nongkrong di rumah mereka hanya untuk main game, makan, pinjam sepeda motor, dan dimintai tolong carikan kerja.

Baca: Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan

Masih ingat dalam memori ZI. Kejadian pada 9 September 2021 sekira pukul 18.30 WIB. "Waktu itu kira-kira Magrib. Ada orang mengetuk pintu, dengan memanggil "bun-bun", maksudnya bunda, seperti panggilan suamiku ke aku. Ku fikir suamiku, lalu ku bukakan pintu, dan ternyata AN. Pas pintu ku buka, aku langsung ditarik, ditodong pisau, dan bayiku yang masih berusia 2 bulan waktu itu, ditariknya, lalu dicampakkan ke springbed, kejang-kejang, matanya melotot, dan mukanya membiru. Aku tidak bisa memeluknya walau anak bayiku disampingku, karena aku dipaksa melayani nafsu bejat AN," kenang ZI saat itu.

Mirisnya, perbuatan keji AN dilakukan di hadapan anaknya pertama yang berusia 3 tahun. "Aku gak bisa melawan. Gak bisa teriak, dan gak bisa minta tolong, karena suamiku pun gak ada di rumah. Setelah nafsu bejatnya terlayani, suami ku datang, AN baru kabur dari belakang rumah," tambahnya.

Kejadian pertama inilah awal mimpi buruk ZI. Selang waktu lima hari, dia pun mengalami kembali peristiwa menyakitkan. MN dan AT yang merupakan kawan AN datang menodongkan pistol. MN mengambil uang dan rokok di kedainya. Sementara AT memaksa ZI melayani nafsunya di sofa.
Selang beberapa hari kemudian, tepatnya, Jumat (16/9/2021), ketika itu suami ZI pergi ke rumah temannya, AN datang lagi, melampiaskan nafsu bejatnya sambil menodongkan pisau.

Derita ZI tak kunjung berakhir sampai disitu. Sepekan setelah kejadian terakhir, sekitar pukul 18.30 WIB, ZI lagi-lagi mendapatkan perlakuan serupa. Kala itu terduga pelaku adalah IS.

IS menghampirinya dan menodongkan senjata api. Menyeretnya, menjambak rambut, membenturkan kepalanya. Selanjutnya memaksa melayani nafsu bejatnya.

Baca: Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku

Setelah beberapa hari kemudian, pada siang hari ketika korban keluar rumah untuk membeli sayur, baru 500 meter dari rumahnya, MA dan AT datang menyerempet motor korban dari belakang, hingga korban kaget dan berhenti. AT menodongkan pistol, dan menutup mulut korban, dan MN memaksa korban naik ke motor, lalu bawa motor korban tarik tiga, dibawa ke salah satu gubuk di kebun sawit.

"Disitu, aku dipaksa melayani nafsu bejat mereka berdua secara bersamaan. Setelah selesai, wajahku dikencingi MA, dan aku dijejelin narkoba (jenis) sabu terus dikasih air minum. Lalu mereka pergi, dan aku ditinggal sendiri di pondok itu," ucap ZI tersedu-sedu.

Tak sampai di situ, beberapa hari berikutnya, AN datang ke rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB. Masih di bawah ancaman, sekali lagi ZI harus melayani nafsu bejat pelaku. Namun kali ini, perbuatan AN diketahui suami ZI. Namun AN sempat melarikan diri dan sempat dikejar suami korban namun tak berhasil.

"Kejadian terakhir aku diperkosa, sudah bulan Oktober tu. Dan setelah suamiku maksa aku berbicara, aku ceritakan semuanya, dan kami lapor ke Polsek Tambusai Utara. Udah kami lapor, tanggal 19 November 2021 nya," tambah ZI lagi.

Selama satu bulan ZI menderita dan menahan rasa traumanya sendiri tanpa diceritakan pada suami, keluarga, maupun tetangganya, karena pelaku mengancam dirinya. "Kalau kau ceritakan pada suamimu semua kejadian ini, habislah semua keluargamu. Mau kau?." Demikianlah bahasa ancaman dari pelaku yang ditirukan ZI. Dan selalu terngiang-ngiang di telinganya.

Baca: Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan WNI dan WNA Myanmar

Saat ini, Polsek Tambusai Utara tengah menangani kasus ini. 1 pelaku, AN sudah diamankan 3 pelaku lainnya masih berkeliaran bebas. "Saya minta keadilan buat saya. Saya mau semua pelaku ditangkap," pinta ZI.

Apalagi penderitaannya juga berefek juga pada bayinya.

"Efek sabu itu berimbas ke bayi saya yang masih usia tiga bulan yang masih ASI. Bayi saya jadi sakit-sakitan. Saya bawa ke bidan, kata bidan anak saya seperti keracunan. Pada akhirnya bayi saya meninggal dunia," katanya. (Kim)



Terkait
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt Gubernur Riau: Bantu Report biar Diblokir
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt Gubernur Riau: Bantu Report biar Diblokir
Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokum
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Cura
3 Oknum Polisi beserta 4 Rekannya Ditangkap oleh Polres
Lainnya
Hasil UKT Sekda Rampung, Penentuan Sekda Definitif Pekanbaru Kini di Tangan Wali Kota
Hasil UKT Sekda Rampung, Penentuan Sekda Definitif Pekanbaru Kini di Tangan Wali Kota
Bertemu Jaksa Agung, BPK Audit Laporan Keuangan Kejagun
Kemendagri Himbau Masyarakat Tak Sembarang Sebar Data K
Bantu Utang Negara, Rakyat Malaysia Sumbang Rp 695,4 Mi
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat