Polisi Gali Keterangan dari Kakak Ipar Abu Rara Pelaku Penikaman Menkopolhukam Wiranto
MEDAN Kanalsumatra.com - Trisna, kakak ipar Syahril Alamsyah tampak disambangi pihak kepolisian.
Abu Rara merupakan tersangka penikam Menkopolhukam Wiranto yang ditangkap bersama seorang wanita bernama Fitri Andriana Binti Sunarto, Kamis (10/10/2019).
Saat disambangi di kediamannya terlihat petugas sedang mewawancarai Trisna di ruang tamu rumah yang bercat tembok warna kuning gading.
Dia sedang bertemu Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari. Tampak mereka sedang berbicara satu sama lain.
Trisna sendiri sesekali menyandarkan tubuhnya di kursi sofa miliknya.
Salah seorang warga setempat, Sumarno (59) mengatakan kalau untuk sosok Syahril merupakan anak yang pintar.
"Kami kan bersebelahan rumahnya. Ya anaknya bagus. Ia sudah lama tidak di sini. Anaknya pinter, bisa mengoperasikan komputer," ujar pria berambut putih.
Pantauan Tribun Medan di lokasi, tak berapa lama setelah berbincang dengan kakak ipar Syahril, petugas menutup pintu utama rumahnya.
Di luar rumah kakak ipar Syahril, puluhan warga yang bermukim di Jalan Alfakah V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, terlihat padati rumah lokasi, Kamis (10/10/2019).
Syahril Alamsyah alias Abu Rara diduga sebagai pelaku penikaman Jenderal TNI (Purn) DR H Wiranto, SH, (Menko Polhukam).
Syahril Alamsyah yang mengaku warga asli Kota Medan kelahiran 24 Agustus 1998 diamankan petugas Polres Pandeglang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi penikaman yang diduga dilakukan Syahril terjadi di pintu Gerbang, Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Baca: Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Saat itu Wiranto bersama rombongan hendak meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun-alun Menes.
Tidak hanya Syahril, salah seorang perempuan yang diduga juga nekat melakukan penikaman terhadap Wiranto yakni Fitri Andriana Binti Sunarto warga Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes.
Tidak hanya Wiranto yang menjadi korban aksi nekat kedua pelaku. Di kabarkan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto juga menjadi korban.
Penusukan tersebut secara tiba-tiba dan langsung menyerang ke bagian perut Jenderal TNI (Purn) DR. H. Wiranto, SH., (Menko Polhukam) dengan sajam berupa gunting secara membabi buta.
Kompol Dariyanto dikabarkan mengalami luka tusuk di bagian punggung, sementara H Faud luka di bagian dada sebelah kiri atas.
