Pembacok Pacar Di Bireuen Divonis 14 Tahun 6 Bulan Penjara

Dinia Mutiarahmi
Selasa, 13 November 2018 13:39:58
Terdakwa kasus pembacokan pacar di Bireuen

KANALSUMATERA.com - Aulia (20), terdakwa perkara pembacokan terhadap pacarnya berinisial FM (18) pada 28 Mei 2018, divonis 14 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim pada sidang pamungkas di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (12/11).

Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Muchtar SH, didampingi hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Rahma Noviantiana SH dalam sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa.

Dalam sidang sebelumnya, Aulia, pedagang ayam asal Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen itu yang didakwa sengaja membacok muka pacarnya, FM (18), dituntut Jaksa Abrari Rizki Falka SH 15 tahun penjara.

Dilansir dari Serambinews.com, terdakwa hadir ke ruang sidang mengenakan baju tahanan warna orange nomor 03, kain sarung hitam, peci hitam les putih, dan baju koko putih. Dengan tangan terborgol, ia didampingi petugas Kejari dan dikawal anggota Polres Bireuen, masuk ke ruang sidang sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca: Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan

Setiba di ruang sidang, majelis hakim mempersilakan terdakwa duduk di kursi pesakitan. Ibu terdakwa bersama beberapa anggota keluarganya juga ikut masuk ke ruang sidang yang dibuka untuk umum.

Terdakwa juga ikut didampingi tiga pengacaranya, M Husen SH, Aspiani SH, dan Firmansyah SH.

Kemudian, majelis hakim membuka sidang dan membacakan putusan atas tuntutan jaksa terhadap terdakwa. Majelis hakim mengatakan, terdakwa Aulia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

“Terdakwa diancam pidana dengan Pasal 340 ayat (1) juncto Pasal 53 KUHP pidana sebagaimana dalam surat dakwaan. Hasil musyawarah majelis hakim, dari 15 tahun yang dituntut jaksa, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Muchtar SH.

Baca: Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak

Hakim ketua kemudian bertanya kepada terdakwa apakah ia menerima hasil putusan tersebut. Terdakwa langsung berembuk dengan tiga pengacaranya dan menyatakan pikir-pikir.

Selanjutnya, majelis hakim menanyakan kepada Jaksa Abrari Rizki Falka dari Kejari Bireuen. Abrari juga menjawab pikir-pikir.

Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa dan jaksa untuk pikir-pikir sebelum menyatakan menerima atau banding terhadap putusan tersebut.

Ketua majelis hakim kemudian menutup sidang dan terdakwa Aulia dibawa kembali ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bireuen oleh petugas Kejari setempat.

Baca: Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan

Dalam sidang kemarin, tampak hadir korban yang berinisial FM (18) didampingi ayah dan keluargannya. Keduanya duduk di ruang sidang mendengarkan dan menyaksikan proses sidang yang dikawal aparat kepolisian.

FM selaku korban dalam perkara itu seusai sidang kepada Serambi mengatakan ia tetap meminta kepada hakim agar Aulia dikurung 15 tahun penjara, sebagiamana tuntutan jaksa pada sidang sebelumnya.

“Karena tuntutan sebelumnya 15 tahun penjara, sesuai dengan perbuatannya, kami minta kepada penegak hukum agar tetap menahan Aulia 15 tahun penjara, karena dia berusaha membunuh atau menghilangkan nyawa saya,” kata FM yang diamini ayahnya, Tarmizi M Diah. (SN/Ks)



Terkait
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar Diselidiki
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Cura
Lainnya
Hj. Siti Aisyah Resmi Jabat Ketua TP-PKK dan Ketua Pembina Posyandu Bengkalis
Hj. Siti Aisyah Resmi Jabat Ketua TP-PKK dan Ketua Pembina Posyandu Bengkalis
Polisi Palembang Tembak Preman, Diperiksa Propam
Tabloid 'Indonesia Barokah' Beredar, Luhut: Kalau Mence
Dua Pengedar Narkoba Diringkus, Satu Orang Berstatus Ma
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Nasional
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Peserta Disiapkan Magang 2027
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Peserta Disiapkan Magang 2027
Punya Rekam Jejak Bela Israel, Syahrul Aidi Dukung MUI
Suahasil Rombak 5 Pejabat Kemenkeu, Sekjen Era Purbaya