Mengetahui Uangnya Hilang 30 Milliar, Amat Tantoso Tikam Hong Koon Ceng

Mawardi Tombang
Rabu, 7 Agustus 2019 11:59:36
Amat Tantoso menggunakan sebo saat di Polresta Barelang (Foto; Batamnews)

Batam, KANALSUMATERA.com - Akhirnya Pengusaha Batam Paulus Amat Tantoso membuka alasan kenapa dia menikam Hong Koon Ceng alias Celvin. Amat Tantoso menikam Hong Koon Ceng setelah mengetahui uangnya hilang sebesar Rp 30 miliar. Uang tersebut adalah hasil usaha pengusaha perhotelan dan valuta asing itu selama 20 tahun.

Uang tersebut berpindah tangan dari orang kepercayaannya Mina alias Apong ke Celvin. Tidak diketahui kronologi dan modusnya.

Seperti dikutip oleh Batamnews dari website Pengadilan Negeri Batam, Amat Tantoso akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis, 8 Agustus 2019.

Amat Tantoso diduga menganiaya seorang pria asal Malaysia bernama Hong Koon Cheng alias Celvin. Ia menikam Celvin setelah merasa ditipu karyawannya sendiri bernama Mina alias Apong pada 10 April 2019 lalu di Wey Wey Restaurant Harbour Bay, Jodoh, Batam, Kepulaluan Riau.

Penipuan itu diketahui Amat Tantoso setelah uang tunai di perusahaan money changernya kekurangan uang tunai. Amat pun memeriksa pembukuan dan ia baru menyadari uang miliknya sejumlah Rp 30 miliar berpindah tangan ke Celvin.

Baca: Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot

Orang kepercayaan Amat, Mina ternyata bermain mata dengan Celvin dan diduga menyerahkan uang tersebut kepada pria tersebut. Tidak diketahui apa modusnya. Celvin diduga adalah rekan bisnis Amat.

Selain itu, dari Mina ia juga mendapat laporan Celvin yang berusaha membayar utang dengan cek senilai Rp 7 miliar. Ternyata cek tersebut pun tidak bisa dicairkan karena belum ditandatangani Celvin.

Amat pun kesal. Ia menelepon Celvin melalui telepon Mina, dan meminta Celvin menemuinya di kantornya PT Hosana Exchang di Nagoya, Batam, namun pria tersebut menolak datang.

Celvin sempat menyebutkan tengah berada di Wey-Wey Restaurant Harbour Bay, Jodoh. Amat pun buru-buru menyusul ke sana. Ia kemudian menyambar sebuah pisau di atas meja. "Buat menakut-nakuti," ujar Amat seperti dalam surat dakwaan jaksa.

Pisau jenis sangkut milik sekuriti bernama Antonius itu pun ia selipkan di pinggangnya. Amat pergi bersama Antonius dan Ujang. Ia beralasan akan menangkap orang. Amat juga mengajak istrinya, Cie Eng. Mereka lantas pergi dengan menggunakan mobil ke Wey-Wey Restaurant.

Baca: Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas

Amat pun kemudian bertemu dengan Celvin. Celvin sempat menawarkan Amat makan malam. Namun Amat tak sabar menanyakan persoalan cek yang tak ditandatangani. Amat meminta Celvin menandatangani, namun Celvin menolak.

Amat naik pitam. Ia meminta paspor sebagai jaminan juga tak dikasih. Amat kemudian menyiramkan kuah kepiting ke kepala Celvin dan mengenai bajunya.

Amat merasa putus asa. Apalagi setelah membayangkan uang selama 20 tahun berusaha lenyap. Ia lantas mengeluarkan pisau sangkur dari balik pinggang. Dan menghujamkan pisau tersebut ke tubuh Celvin, tapi pria tersebut berhasil mengelak.

Amat terus berusaha menikam Celvin dan berhasil ditangkis. Setelah Celvin terjatuh, barulah pisau Amat menancap di pinggangnya. Amat yang sudah gelap mata itu tak peduli meskipun sempat dicegah anak buahnya Antonius dan istrinya Cie Eng.

Celvin kemudian terkapar. Ia mengalami luka tusuk dengan pisau masih menancap di pinggang. Celvin dilarikan ke rumah sakit terdekat. Berdasarkan visum dari dokter Rumah Sakit Elisabeth Batam, ia mengalami luka robek sepanjang 5 cm.

Baca: Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan

Amat Tantoso dijerat pasal berlapis. Ia terancam hukuman 12 tahun penjara dalam kasus penganiayaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batam Rumondang Manurung S.H., mendakwa Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APV) Indonesia itu dengan pasal berlapis terkait penganiayaaan berat pasal 355, pasal 353, dan pasal 351.



Terkait
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan WNI dan WNA Myanmar
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan WNI dan WNA Myanmar
Polres Dumai Ungkap dan Amankan Dua Pelaku Perkara Cura
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pa
Dramatis... Polisi Gerebek 3 Pengedar di Kampung Narkob
Lainnya
Usai Tangani Tumpahan Minyak Blok West Kampar, SPR Langgak Salurkan Bansos
Usai Tangani Tumpahan Minyak Blok West Kampar, SPR Langgak Salurkan Bansos
Bayi Gajah Jantan Lahir di Taman Nasional Way Kambas La
MKPT UEK-SP Amanah Mandiri Kota Pekanbaru Sukses Digela
Pasar Menunggu Hasil Debat Kandidat Kandidat Capres
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
Sebelum Jual Konten Asusila, Dua Pria di Bogor Ternyata
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket