Polisi Berhasil Mengungkap Gudang Sekolah Tempat Penyimpanan Narkoba di Jakarta Barat
KANALSUMATERA.com - Polsek Kembangan menangkap 10 pelajar yang terlibat narkoba selama 2018. 10 pelajar ini juga rata-rata terlibat dalam kasus kenakalan remaja seperti tawuran.
"Sebelumnya banyak tawuran, banyak perkelahian itu dia berani dan tidak ada takut-takutnya itu ya sebabnya apa? Salah satunya itu dengan penggunaan obat-obatan ini dan mereka bawa sajam dengan gagah perkasanya," kata Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handoko kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/1/2019).
Adapun, obat-obatan yang kerap disalahgunakan oleh kalangan pelajar adalah Golongan G. Obat-obatan itu diminati para pelajar karena harganya murah.
Atas dasar temuan itu, polisi mengintensifkan razia narkoba. Terbukti, dari tiga tersangka yang ditangkap yakni DL, CP dan AJ, mereka menjadikan sekolah sebagai gudang narkotika.
Polisi meyakini temuan ini berkaitan erat dengan siklus peredaran narkoba di kalangan pelajar dan anak muda. Polisi kemudian mengembangkan penangkapan ketiganya, sehingga akhirnya gudang tempat penyimpanan narkoba di sebuah sekolah di Jakarta Barat, terbongkar.
Baca: Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan WNI dan WNA Myanmar
Tidak sampai situ saja, polisi juga menemukan tempat penyimpanan narkoba di sebuah apartemen di Jakarta Barat dari jaringan yang sama. Di situ polisi menemukan 7.910 butir obat-obatan Golongan IV.
"Itu ternyata ada di wilayah apartemen ini di salah satu kamar. Memang kamar itu tidak ditempati, kamar itu hanya untuk penyimpanan ini dan itu tidak ditinggali siapapun. Mereka hanya datang sekali-kali keluar ngambil barang, masuk barang dan distribusi," paparnya.
Polisi masih mengejar bandar berinisial BD dalam kasus ini. Polisi menduga, jaringan ini memproduksi narkotika di tempat lain.
"Dari hasil pengembangan kami ini memang diduga ada tempat produksi di tempat lain, jadi bukan produksi dari pabrikan resminya. Di sini memang ada nama pabriknya tapi pabriknya sendiri sudah tidak melakukan produksi. Dari segi pengawasan rutin secara berkala tiap tahun kita mengaudit ke pabrik maupun farmasi," terang Joko. iin
