Wow.. 4.000 Butir Ekstasi Dibawa Dari Bengkalis Ditangkap Polisi di Jambi

Amar
Sabtu, 16 Februari 2019 00:09:28
foto ilustarsi- pil ekstasi

JAMBI - Seorang pria bernama Rajali Ibrahim (52), sekira pukul 12.10 WIB, Kamis (14/2), ditangkap anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. Pria asal Medan, Provinsi Sumatera Utara itu ditangkap karena membawa 4.000 butir pil ekstasi.

Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan, penangkapan dilakukan di Km 35 Kabupaten Muaro Jambi. Saat ditangkap, Rajali sedang dalam perjalanan dari Bengkalis, Provinsi Riau menuju Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

"Tersangka kita tangkap saat mengendarai mobil rental, membawa 4.000 butir ekstasi," kata Eka kepada wartawan, Jumat (15/2).

Ditambahkan Eka, Rajali diperintahkan oleh napi Lapas Bengkalis bernisial O, untuk menjemput dan membawa 4.000 butir ekstasi tersebut ke Palembang, untuk diserahkan kepada seseorang berinisial S yang merupakan mantan napi.

Baca: Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim

Terkait barang bukti ekstasi yang diamankan, Eka mengatakan merupakan kualitas super. Dikatakan Eka, pihaknya menduga ekstasi tersebut berasal dari Belanda.

"Ekstasi dengan logo S ini sangat bagus. Tersangka memgambilnya di Bengkalis. Diduga asalnya dari Belanda," sebut Eka.

Dikatakannya lagi, satu butir ekstasi logo S tersebut bisa dijual dengan harga Rp 300 ribu. "Jadi jika ditotalkan, 4.000 butir ekstasi ini nilainya mencapai Rp 1,2 miliar," pungkasnya.mj/ks



Terkait
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gar
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Siamang, Bermula di Kamp
Dramatis... Polisi Gerebek 3 Pengedar di Kampung Narkob
Lainnya
Transfer ke Daerah APBN 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Rinciannya
Transfer ke Daerah APBN 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Rinciannya
Demi Kebersihan, Pj Wali Kota Pekanbaru Patroli Sampah
Warga Batam Protes Kantor Pos Terkait Paket Tertahan
Ini Penyebab Pulau Tikus Bengkulu Terancam Lenyap
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I