Pria NTB Diciduk Polisi Jadi Dukun Palsu Pengganda Uang di Pekanbaru

Amar
Senin, 3 Desember 2018 15:22:38

PEKANBARU, KANALSUMATERA.com - Berakhir sudah petualangan liar, Ismail, seorang pria asal Nusa Tenggara Barat di Pekanbaru. Hal ini setelah ia tertangkap aparat kepolisian Polsek Lima Puluh Kota Pekanbaru atas laporan korbannya yang dijanjikan akan digandakan uangnya.

Warga asal Dusun Pali, Desa Keramat Kilo, Kecamatan Dompu, NTB terpaksa berurusan dengan polisi karena nekat menjadi dukun palsu dan menipu 3 orang warga Pekanbaru dengan modus bisa menggandakan uang sampai miliaran rupiah.

Atas perbuatannya itu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itupun langsung diciduk oleh tim Opsnal Polsek Lima Puluh saat menginap di salah satu hotel di Pekanbaru. Polisi juga menangkap rekan yang bersangkutan, Ahmad, warga asal Kelurahan Kampung Nenas, Kepri yang ikut membantu tersangka Ismalil dalam menjalani praktek dukun palsu tersebut.

"Dua tersangka ini membuka praktek dukun palsu, dengan modus bisa menggandakan uang. Tersangka Ismalil berperan sebagai dukunnya, sedangkan temannya, Ahmad berperan menyiapkan alat-alat ritual. Saat ini korban yang melapor ke kita ada 3 orang," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Lima Puluh Iptu Abdul Halim kepada riauterkini.com, Senin (03/12/18).

Dia menjelaskan, dalam bisnis dukun palsu itu sendiri, tersangka lebih dulu meyakinkan korbannya bahwa mereka bisa mendatangkan uang secara gaib melalui sejumlah ritual. Setelah membuat korbannya benar-benar yakin akan kemampuan mendatangkan uang secara gaib tersebut, para tersangka pun kemudian diundang oleh ke tiga korbannya untuk datang ke Pekanbaru agar bisa secepatnya melakukan ritual.

Baca: Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan WNI dan WNA Myanmar

"Korban kenal dengan tersangka saat masih sama-sama berada di NTB. Jadi tersangka menjanjikan kepada korbannya bila korban menyerahkan uang Rp149 juta, maka uang itu bisa dilipatgandakan menjadi Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar. Karena korban yakin begitu saja, tersangka lalu diundang ke sini (Pekanbaru) untuk ritual (mengambil uang secara gaib)" tuturnya.

Masih kata Kanit, dalam prosesi ritual itu, setelah korban menyerahkan uang tunai yang diminta tersangka, korban kemudian diberikan bungkusan kain berwarna putih dan hitam. Bungkusan itu juga tidak boleh dibuka sampai 7 hari lamanya. Namun belum lagi sampai 7 hari, ketika sampai di rumah, korban yang merasa curiga selanjutnya membuka bungkusan tersebut. Begitu dibuka, korban pun kaget karena bungkusan itu ternyata hanya berisi tumpukan kertas.

"Tersangka kita tangkap berdasarkan laporan dari 3 orang korbannya. Selain tersangka, kita amankan juga barang bukti uang tunai milik korban berjumlah Rp149 juta serta berbagai alat ritual seperti dupa, sirih, benang, jarum, buah pinang, beberapa helai kain warna putih, kain warna hitam dan tisu. Pengakuan tersangka baru satu kali melakukan penipuan ini. Rencananya uang hasil menipu itu mau mereka bagi dua untuk biaya pulang ke tempat asalnya masing-masing," sebutnya.

Sementara untuk para tersangka, atas perbuatannya, keduanya akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.rtc/ir

Terkait
Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokumen Sah: Telusuri Hingga ke Penampung
Disergap Dini Hari, Polda Riau Amankan Kayu Tanpa Dokumen Sah: Telusuri Hingga ke Penampung
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pa
Dramatis... Polisi Gerebek 3 Pengedar di Kampung Narkob
Usai Curi Satu Unit HP, Tiga Pelaku Kuras Rekening Peda
Lainnya
PDA Pekanbaru Gelar Gebyar Milad Aisyiyah ke-107, Dimeriahkan Sejumlah Kegiatan
PDA Pekanbaru Gelar Gebyar Milad Aisyiyah ke-107, Dimeriahkan Sejumlah Kegiatan
Pemko Pekanbaru Targetkan Akhir Tahun 2021 tidak Pakai
Semarak Pekan Raya Sumatera Utara Tahun 2019
Buset, Mobil Patwal Tahanan Polresta Mojokerto Ditabrak
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Entertainment
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ekonomi
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir
Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Mun
Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sekt
Pendidikan
Hari Pertama Pelaksanaan TKA di SD 014 Batu Belah Kecamatan Kampar Berjalan Lancar
Hari Pertama Pelaksanaan TKA di SD 014 Batu Belah Kecamatan Kampar Berjalan Lancar
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Ma
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
Politik
Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji Kampar
Ketua DPD PKS Kampar Fahmil SE Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji Kampar
Fraksi PKS DPRD Riau Launching Hari Aspirasi, Pesan Sek
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD P